Garis support dan garis resistance tentu bukanlah "garis ajaib" yang bisamenyebabkan harga bergerak naik ataupun turun, melainkan merupakancerminan psikologi dari para pelaku pasar itu sendiri. Pelaku pasar terbagimenjadi tiga kategori,
yaitu:
orang yang membeli, orang yang menjual, danorang yang tidak melakukan apa-apa.
Bila harga suatu saham terkoreksi atau turun ke level tertentu dan kemudianberbalik naik dari level tersebut,orang-orang yang sempat membeli akanmerasa senang dan sekaligus ada penyesalan "kenapa sebelumnya tidak membelidalam jumlah yang lebih banyak".Orang-orang yang belum sempat membelijuga penuh penyesalan karena "tidak sempat" membeli sebelumnya.Sementara itu,orang-orang yang menjual juga memiliki perasaan tersebut.Mereka merasa telah melakukan “kesalahan"-sebab harga saham miliknyayang sudah telanjur dijual tadi, sekarang harganya naik terus. Mereka adalahorang-orang yang masuk dalam kategori tamak (greed).
Ada satu kelompok lagi yang sekarang dalam posisi "salah arah"atausedang mengalami kerugian. Mereka adalah orang-orang yang melakukansbort-sell*.Semakin naik harga saham tersebut,tentu semakin besarkerugian yang akan diderita. Mereka diliputi oleh perasaan takut (fear)dan sekarang sedang menunggu kesempatan untuk buy-to-cover* atas sbort-sell yang mereka lakukan.
Orang-orang tersebut sangat berharap agar hargasegera turun kembali ke level tadi atau titik impas mereka (break even point)sehingga bisa balik modal.
Walaupun orang-orang tersebut telah mengambil tindakan yang berbeda,hal itu menuntun mereka untuk melakukan tindakan yang sama di kemudianhari,yaitu semuanya mengambil ancang-ancang siap untuk membeli!-bila market memberikan "kesempatan kedua".
Hal yang sama juga berlaku terhadap garis resistance, di mana pada saatitu bulls yang diliputi perasaan takut (fear) dan bears diliputi rasa tamak(greed).Semuanya siap menjual pada kese
Tidak ada komentar:
Posting Komentar